Gejala, Penyebab dan Pengobatan Keratitis

Penyakit merupakan suatu kondisi yang menyebabkan gangguan pada tubuh manusia, baik secara fisik maupun fungsional. Berbagai jenis penyakit dapat menyerang tubuh, mulai dari penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya hingga penyakit yang memerlukan perawatan medis khusus. Salah satu kondisi medis yang cukup langka dan menjadi perhatian dalam dunia kesehatan adalah Keratitis .

Mungkin Anda pernah mendengar istilah Keratitis , tetapi apakah Anda mengetahui apa sebenarnya penyakit ini, bagaimana gejala yang ditimbulkan, apa saja penyebabnya, dan apakah ada pengobatan yang dapat menyembuhkannya?

Jika Anda ingin memahami lebih lanjut tentang kondisi ini, berikut adalah informasi lengkap yang dapat membantu:

Keratitis adalah peradangan atau inflamasi yang terjadi pada kornea mata. Cedera mata atau adanya infeksi merupakan penyebab utama pada keratitis.

Pemakaian lensa kontak yang terlalu lama juga merupakan salah satu pemicu inflamasi ini, khususnya jika lensa kontak sudah terkontaminasi oleh jamur, bakteri, atau parasit. Penyakit lain yang disebabkan bakteri (seperti sifilis) atau virus (contohnya, virus herpes simpleks dan zoster) yang tidak diobati pun berpotensi menyebabkan keratitis sebagai salah satu komplikasinya.

Jenis dan Komplikasi Keratitis

Kondisi ini bisa dikategorikan ke dalam dua jenis, yaitu keratitis yang tidak menular dan menular. Keratitis tidak menular (misalnya karena cedera) yang tidak ditangani dengan saksama bisa bertambah parah dan mengalami infeksi yang kemudian bisa berubah menjadi keratitis menular.

Jika terus dibiarkan berkembang semakin parah, keratitis berpotensi memicu berbagai komplikasi dan bahkan kebutaan. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi meliputi infeksi kornea kambuhan atau kronis, pembengkakan dan jaringan parut kornea, luka bernanah pada kornea, penurunan kemampuan melihat sementara atau permanen, serta kebutaan.

Gejala-gejala Keratitis

Gejala awal dan utama pada keratitis adalah mata merah. Gejala ini umumnya bisa disertai dengan indikasi:

  • Mata yang terlihat merah.
  • Mata yang terus mengeluarkan air mata atau kotoran.
  • Sensasi panas atau perih pada mata, seperti terbakar.
  • Mata terasa mengganjal.
  • Pandangan kabur.
  • Kelopak mata yang sulit terbuka akibat iritasi atau rasa sakit.
  • Sensitivitas mata terhadap cahaya yang meningkat.

Segera periksakan diri Anda ke dokter jika merasakan gejala-gejala tersebut. Penanganan keratitis yang dilakukan secara cepat dan tepat akan menjauhkan Anda dari komplikasi serius.

Faktor Risiko Keratitis

Pemakaian lensa kontak adalah faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kita untuk mengalami keratitis. Misalnya lensa kontak yang kurang bersih, pemakaian yang terlalu lama, atau akibat cairan pembersih lensa yang terkontaminasi.

Di samping lensa kontak, ada juga faktor-faktor lain yang bisa memicu keratitis. Di antaranya adalah sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya karena mengidap HIV atau tinggal di tempat yang lembap dan hangat, menggunakan kortikosteroid, serta pernah mengalami cedera pada kornea mata.

Diagnosis Keratitis

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan gejala serta riwayat kesehatan Anda. Pemeriksaan kondisi penglihatan dan fungsi struktur mata juga akan dilakukan. Pengecekan struktur mata akan membantu dokter untuk mengetahui luasnya infeksi kornea dan pengaruhnya terhadap bagian lain dari bola mata.

Jika diperlukan, dokter juga akan mengambil sampel cairan yang keluar dari mata untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui penyebab di balik keratitis yang Anda alami.

Tes darah juga mungkin dianjurkan pada pasien yang diduga mengalami keratitis karena mengidap penyakit lain.

Pengobatan Keratitis

Pengobatan yang diberikan pada tiap pasien keratitis berbeda-beda. Langkah ini ditentukan oleh dokter berdasarkan penyebab, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Keratitis tidak menular yang disebabkan cedera ringan, seperti tergores lensa kontak, biasanya bisa sembuh sendiri. Tetapi jika Anda merasa terganggu, dokter bisa memberikan obat dan menganjurkan pemakaian penutup mata hingga kondisi mata Anda membaik.

Lain halnya dengan keratitis yang disebabkan oleh infeksi. Jenis keratitis ini umumnya membutuhkan obat-obatan tertentu, yaitu:

  • Obat antivirus untuk menangani inflamasi kornea mata akibat virus.
  • Antibiotik untuk mengobati keratitis yang dipicu oleh infeksi akibat bakteri. Jenis obat ini juga bisa digunakan untuk keratitis akibat parasit.
  • Obat antijamur untuk mengatasi keratitis akibat jamur.

Sebagian besar obat-obatan tersebut berbentuk obat tetes mata. Namun, dokter juga akan memberikan obat minum untuk mengatasi infeksi akibat virus, bakteri, dan jamur jika dibutuhkan.

Pencegahan Keratitis

Keratitis termasuk penyakit yang bisa dihindari. Langkah-langkah sederhana yang bisa kita lakukan meliputi:

  • Jangan lupa untuk melepas lensa kontak sebelum Anda tidur atau berenang.
  • Merawat lensa kontak secara rutin dan seksama, misalnya mencuci tangan sebelum membersihkan lensa kontak, menggunakan produk-produk pembersih steril khusus untuk lensa kontak, serta jangan membersihkan lensa kontak dengan cairan yang sudah dipakai.
  • Pastikan Anda mengganti lensa kontak sesuai batas waktunya.
  • Hindari penggunaan obat tetes mata kortikosteroid, kecuali atas anjuran dokter.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum Anda menyentuh mata atau bagian sekitarnya. Terutama jika Anda mengidap luka akibat virus herpes.
Keratitis adalah suatu kondisi medis yang perlu dipahami dengan baik, terutama bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai penyebab serta cara penanganannya. Dengan mengetahui informasi ini, Anda bisa lebih memahami bagaimana penyakit ini berkembang serta apa saja metode pengobatan yang dapat dilakukan.

Demikian penjelasan singkat mengenai Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Keratitis . Semoga informasi ini dapat memberikan wawasan tambahan bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau mengalami gejala terkait, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Terima kasih telah mengunjungi halaman ini, semoga bermanfaat!

Pranala (Link) :

https://fioo.web.id/gejala-penyebab-pengobatan-keratitis

Telusuri Gejala, Penyebab dan Pengobatan lainnya biar tambah wawasan :