Gejala, Penyebab dan Pengobatan Polihidramnion

Penyakit merupakan suatu kondisi yang menyebabkan gangguan pada tubuh manusia, baik secara fisik maupun fungsional. Berbagai jenis penyakit dapat menyerang tubuh, mulai dari penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya hingga penyakit yang memerlukan perawatan medis khusus. Salah satu kondisi medis yang cukup langka dan menjadi perhatian dalam dunia kesehatan adalah Polihidramnion .

Mungkin Anda pernah mendengar istilah Polihidramnion , tetapi apakah Anda mengetahui apa sebenarnya penyakit ini, bagaimana gejala yang ditimbulkan, apa saja penyebabnya, dan apakah ada pengobatan yang dapat menyembuhkannya?

Jika Anda ingin memahami lebih lanjut tentang kondisi ini, berikut adalah informasi lengkap yang dapat membantu:

Polihidramnion adalah penumpukan air ketuban yang berlebihan selama masa kehamilan. Kondisi abnormal ini membutuhkan pemantauan secara rutin dari dokter agar terhindari dari kemungkinan komplikasi.

Air ketuban merupakan cairan yang mengelilingi janin selama berada di dalam kandungan. Fungsi air ketuban sangatlah penting dalam menjaga maupun membantu perkembangan janin. Beberapa fungsi di antaranya adalah:

  • Membantu pembentukan paru-paru.
  • Memungkinkan janin untuk bergerak bebas sehingga membantu pertumbuhan otot serta tulang.
  • Menjaga agar suhu dalam kandungan tetap stabil.
  • Melindungi janin dari infeksi.
  • Meredam getaran yang berasal dari luar kandungan.

Pada kondisi normal, kadar air ketuban akan meningkat dan mencapai kuantitas maksimal di minggu ke-34 hingga 36 kehamilan. Air ketuban kemudian akan perlahan-lahan berkurang seiring mendekatnya tanggal kelahiran.

Gejala-gejala Polihidramnion

Selama masa kehamilan, tubuh sang ibu akan mengalami berbagai perubahan sehingga kondisi ini pun sulit dideteksi. Terutama polihidramnion ringan yang jarang menyebabkan gejala.

Namun, jika mengalami polihidramnion dengan tingkat keparahan tinggi, ada beberapa gejala yang umumnya akan dialami oleh ibu hamil. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Kesulitan bernapas, misalnya tersengal-sengal atau napas pendek.
  • Persalinan yang terjadi lebih cepat dari perkiraan (prematur).
  • Ukuran perut yang lebih besar dari batas normal.
  • Pembengkakan dinding perut, vulva, serta tubuh bagian bawah.
  • Produksi urine yang menurun.

Apabila  mengalami gejala-gejala di atas, periksakanlah kondisi Anda ke dokter atau rumah sakit. Proses persalinan ibu hamil yang mengidap polihidramnion membutuhkan penanganan di rumah sakit agar kondisi ibu dan bayi dapat segera dipantau dan diperiksa.

Jenis-jenis Penyebab Polihidramnion

Sebagian kasus polihidramnion bisa terjadi dengan sebab yang tidak diketahui secara pasti, terutama polihidramnion yang ringan. Meski demikian, terdapat serangkaian kondisi serta faktor yang dipercaya dapat memicu keabnormalan ini. Faktor-faktor pemicu tersebut adalah:

  • Gangguan kesehatan pada janin, contohnya adanya kelainan pada jantung, saluran pencernaan, sistem saraf pusat, serta sindrom Beckwith-Wiedemann. Kondisi-kondisi ini menyebabkan janin tidak bisa menyerap dan meminum air ketuban dengan jumlah yang seharusnya.
  • Ibu hamil yang mengidap diabetes.
  • Mengandung anak kembar, khususnya kembar identik.
  • Berbagai infeksi kongenital, misalnya toksoplasma atau rubella.
  • Penumpukan cairan pada salah satu bagian tubuh janin (hydrops fetalis). Kondisi ini bisa disebabkan oleh perbedaan jenis rhesus pada ibu dan janin.
  • Janin yang mengalami kekurangan sel darah merah atau anemia.
  • Ibu yang menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Metabolisme yang tidak normal pada sang ibu.

Diagnosis dan Pengobatan Polihidramnion

Kondisi ini umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan rutin yang dijalani oleh ibu hamil, khususnya USG. Jika dokter menduga pasien mengalami polihidramnion, dokter juga akan menganjurkan tes darah untuk memastikan diagnosis.

Apabila Anda mengalami polihidramnion, dokter akan menentukan langkah-langkah pengobatan berdasarkan pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Kondisi polihidramnion yang ringan umumnya akan hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Anda biasanya akan disarankan untuk beristirahat sebanyak mungkin dan menjalani pemantauan yang lebih rutin.

Sementara, kasus yang parah membutuhkan langkah penanganan tertentu berdasarkan penyebabnya. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Polihidramnion akibat diabetes yang diidap sang ibu akan ditangani dengan mengendalikan kadar gula darah secara akurat, misalnya dengan menjaga pola makan atau pemberian insulin.
  • Pemberian prostaglandin synthetase inhibitors (khususnya indometacin) untuk mengurangi produksi urine janin dan aliran darah pada ginjal janin.
  • Pengeluaran air ketuban dengan bantuan USG, terutama jika pasien mengalami gejala-gejala seperti disebutkan di atas. Penanganan ini biasanya dijalani lebih dari satu kali.
  • Ablasi dengan laser pada polihidramnion yang disebabkan oleh kehamilan anak kembar identik, terutama jika terdeteksi Twintotwin transfusion syndrome (TTTS). Prosedur ini digunakan untuk menutup sebagian saluran plasenta yang menghubungkan kedua anak kembar.
  • Prosedur induksi atau caesar jika polihidramnion mengancam keselamatan janin.

Risiko Komplikasi Polihidramnion

Setiap kehamilan pasti memiliki risiko komplikasi masing-masing. Namun, ada sejumlah risiko komplikasi yang akan meningkat apabila Anda mengalami polihidramnion. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi termasuk:

  • Kelahiran prematur.
  • Posisi bayi yang sungsang.
  • Tali pusar yang keluar mendahului bayi saat persalinan.
  • Perdarahan yang parah pasca-melahirkan.
  • Plasenta yang terlepas dari dinding rahim sebelum persalinan karena ukuran rahim yang menyusut secara drastis seiring berkurangnya air ketuban.
  • Infeksi saluran kemih pada sang ibu akibat peningkatan tekanan pada saluran kemih.
  • Hipertensi selama kehamilan.
  • Bayi terlahir dalam keadaan mati (stillbirth).
Polihidramnion adalah suatu kondisi medis yang perlu dipahami dengan baik, terutama bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai penyebab serta cara penanganannya. Dengan mengetahui informasi ini, Anda bisa lebih memahami bagaimana penyakit ini berkembang serta apa saja metode pengobatan yang dapat dilakukan.

Demikian penjelasan singkat mengenai Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Polihidramnion . Semoga informasi ini dapat memberikan wawasan tambahan bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau mengalami gejala terkait, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Terima kasih telah mengunjungi halaman ini, semoga bermanfaat!

Pranala (Link) :

https://fioo.web.id/gejala-penyebab-pengobatan-polihidramnion

Telusuri Gejala, Penyebab dan Pengobatan lainnya biar tambah wawasan :