Manfaat, Dosis dan Efek Samping Amfetamin
Salah satu obat yang sering diresepkan oleh dokter adalah Amfetamin . Namun, apakah Anda sudah mengetahui secara lengkap mengenai manfaat, dosis, dan efek samping dari obat Amfetamin ?
Jika Anda ingin memahami lebih dalam tentang Amfetamin , berikut adalah informasi lengkap mengenai obat tersebut:
Amfetamin adalah obat yang bisa digunakan untuk mengobati gangguan hiperaktif atau disebut juga dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Obat yang masuk ke dalam kelompok stimulan sistem saraf pusat ini mampu menurunkan tingkat kegelisahan dan meningkatkan daya konsentrasi pada pasien yang terlalu aktif, impulsif, mudah terganggu konsentrasinya, atau sulit untuk fokus dalam waktu yang lama.
Amfetamin juga bisa digunakan untuk mengobati narkolepsi atau gangguan tidur yang mengakibatkan penderita tidur secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan tempat. Selain gangguan hiperaktif dan narkolepsi, obat ini juga bisa digunakan oleh penderita obesitas dalam menurunkan berat badan.
Tentang Amfetamin
| Jenis obat | Stimulan sistem saraf pusat |
| Golongan | Obat resep |
| Manfaat | ·        Menangani ADHD ·        Mengobati narkolepsi ·        Menurunkan berat badan pada obesitas |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak-anak dalam batasan umur tertentu |
| Bentuk obat | Tablet, kapsul, dan puyer (suspensi) |
Peringatan
- Bagi wanita hamil, sesuaikan dosis amfetamin dengan anjuran dokter. Wanita menyusui tidak diperbolehkan mengonsumsi amfetamin.
- Harap berhati-hati jika Anda menderita gangguan bipolar, pengerasan arteri atau arteriosklerosis, hipertensi, kardiomiopati, aritmia, penyakit jantung koroner dan gagal jantung.
- Harap berhati-hati jika Anda memiliki riwayat serangan jantung, stroke, depresi, psikosis, sindrom Tourette, dan kejang-kejang.
- Waspada jika Anda seorang pecandu obat-obatan terlarang, minuman beralkohol, dan rokok.
- Jangan menggunakan amfetamin bersamaan dengan obat-obatan lainnya, seperti linezolid, phenelzine, iproniazid, procarbazine, sibutramine, moclobemide, toloxatone, dan selegiline, tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan.
- Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan amfetamin, segera temui dokter.
Dosis Amfetamin
Berikut ini dosis amfetamin yang telah disesuaikan dengan umur (penggunaan dilarang bagi usia yang tidak disebutkan):
| Kondisi | Usia Pasien | Dosis dalam satuan miligram (mg) |
| ADHD | Anak usia 3-5 tahun | Dimulai dari 2,5 mg per hari. |
| Usia 6 tahun hingga dewasa | 5-10 mg per hari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan sampai 40 mg per hari. | |
| Narkolepsi | Anak usia 6 tahun ke bawah | Harus disesuaikan oleh resep dokter. |
| Anak usia 6-11 tahun | Dimulai dari 5 mg per hari. | |
| Anak usia 12 tahun hingga dewasa | 10 mg per hari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan sampai 60 mg per hari. | |
| Menurunkan berat badan pada obesitas | Anak usia 12 tahun hingga dewasa | 5-10 mg per hari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan sampai 30 mg per hari. |
Menggunakan Amfetamin Dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan obat amfetamin sebelum menggunakannya. Untuk mengatasi obesitas, amfetamin biasa digunakan setengah jam sampai satu jam sebelum makan.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk menggunakan obat amfetamin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalkan efeknya.
Bagi pasien yang lupa menggunakan obat amfetamin, disarankan segera melakukannya jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis amfetamin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Amfetamin
Sama seperti obat-obat lain, amfetamin juga berpotensi menyebabkan efek samping meski sangat jarang terjadi, yaitu gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, perubahan kondisi mental, dan berhalusinasi.
Demikian penjelasan singkat mengenai Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Amfetamin . Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam memahami lebih lanjut tentang obat ini. Jika Anda memerlukan informasi lebih rinci atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun.
Terima kasih telah mengunjungi halaman ini, semoga bermanfaat!